Accounting




SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Pendekatan Sistem dan Teknologi Informasi
1. PENDEKATAN SISTEM
A. Sistem Informasi Akuntansi dan Lingkungan Bisnis
Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu rerangka pengkordinasian sumber daya
(data, meterials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi  input berupa
data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan
kegiatan   suatu   entitas   dan   menyediakan   informasi   akuntansi   bagi   pihak-pihak   yang
berkepentingan  (Wilkinson,  1991).      Transaksi  memungkinkan perusahaan melakukan operasi,
menyelenggarakan arsip dan catatan yang up to date, dan mencerminkan aktivitas organisasi.
Transaksi   akuntansi  merupakan   transaksi   pertukaran   yang  mempunyai   nilai   ekonomis.   Tipe
transaksi   dasar   adalah:   (1)   Penjualan   produk   atau   jasa,   (2)   Pembelian   bahan   baku,   barang
dagangan,  jasa, dan aset  tetap dari   suplier,  (3)  Penerimaan kas,   (4)  Pengeluaran kas kepada
suplier,   (5)   Pengeluaran   kas   gaji   karyawan.   Sebagai   pengolah   transaksi,   sistem   informasi
akuntansi berperan mengatur dan mengoperasionalkan semua aktivitas transaksi perusahaan.
Tujuan sistem informasi akuntansi adalah untuk menyediakan informasi yang diperlukan
dalam   pengambilan   keputusan   yang   dilaksanakan   oleh   aktivitas   yang   disebut   pemrosesan
informasi. Sebagian dari keluaran yang diperlukan oleh pemroses informasi disediakan oleh sistem
pemrosesan   transaksi,   seperti   laporan   keuangan   dari   sistem   pemrosesan   transaksi.   Namun
sebagian   besar   diperoleh   dari   sumber   lain,   baik   dari   dalam maupun   dari   luar   perusahaan.
Pengguna utama pemrosesan transaksi adalah manajer perusahaan. Mereka mempunyai tanggung
jawab pokok untuk mengambil keputusan yang berkenaan dengan perencanaan dan pengendalian
operasi  perusahaan.  Pengguna output   lainnya adalah para karyawan penting  seperti  akuntan,
insinyur serta pihak luar seperti investor dan kreditor.
Konsep perancangan sistem seharusnya mencerminkan prinsip-prinsip perusahaan. Berikut
ini  dasar-dasar yang perlu diperhatikan dalam prioritas perancangan sistem menurut Wilkinson
(1993):
1. Tujuan dalam perencanaan sistem dan usulan proyek seharusnya dicapai  untuk
menghasilkan kemajuan dan kemampuan sistem yang lebih besar.
2. Mempertimbangkan   trade-off   yang   memadai   antara   manfaat   dari   tujuan
perancangan sistem dengan biaya yang dikeluarkan.
3. Berfokus pada permintaan fungsional dari sistem.
4. Melayani berbagai macam tujuan.
5. Perancangan sistem memperhatikan keberadaan dari pengguna sistem (user).Sedangkan Barry E. Cushing (1983) mengemukakan bahwa:
1. Kesesuaian desain sistem dengan tujuan sistem informasi dan organisasi.
2. Berdasarkan   kelayakan   ekonomis,   berarti   sistem  memiliki   net   present   value
positif.
3. Kelayakan   operasional,   input   dikumpulkan   ke   sistem   dan   output-nya   dapat
digunakan.
4. Kelayakan   perilaku,   berarti   sistem  berdampak   pada   kehidupan   kualitas   kerja
users.
5. Kelayakan teknis, ketersediaan teknologi untuk mendukung sistem serta teknologi
mudah diperoleh atau dikembangkan.
6. Disesuaikan dengan kebutuhan informasi users.
B. Komponen Sistem Informasi
Sistem  informasi  merupakan  sebuah  susunan dari  orang,  aktivitas,  data,   jaringan dan
teknologi  yang terintegrasi  yang berfungsi untuk mendukung dan meningkatkan operasi  sehari-
hari   sebuah   bisnis,   juga  menyediakan   kebutuhan   informasi   untuk   pemecahan  masalah   dan
pengambilan keputusan oleh manajer. Ada dua tipe sistem  informasi, personal  dan multiuser.
Sistem  informasi  personal  adalah  sistem  informasi   yang didesain untuk memenuhi   kebutuhan
informasi   personal   dari   seorang   pengguna   tunggal   (single   user).   Sedangkan   sistem  informasi
multiuser   didesain   untuk  memenuhi   kebutuhan   informasi   dari   kelompok   kerja   (departemen,
kantor,  divisi,  bagian)  atau keseluruhan organisasi.  Untuk membangun  sistem  informasi,  baik
personal  maupun  multiuser,   haruslah  mengkombinasikan   secara   efektif   komponen-komponen
sistem   informasi,   yaitu:   prosedur   kerja,   informasi   (data),   orang   dan   teknologi   informasi
(hardware dan software).Gambar 1. Komponen Sistem Informasi
D. Data dan Informasi Akuntansi
Setiap sistem  informasi  akuntansi  melaksanakan  lima fungsi  utama, yaitu pengumpulan
data, pemrosesan data, manajemen data, pengendalian data (termasuk security), dan penghasil
informasi.
1. Pengumpulan Data
Fungsi   pengumpulan   data   terdiri   atas  memasukkan   data   transaski  melalui   formulir,
mensyahkan  serta memeriksa data  untuk memastikan  ketepatan dan  kelengkapannya.
Jika data bersifat kuantitatif, data dihitung dahulu sebelum dicatat. Jika data jauh dari
lokasi pemrosesan, maka data harus ditransmisikan lebih dahulu.
2. Pemrosesan Data
Pemrosesan data terdiri atas proses pengubahan input menjadi output. Fungsi pemrosesan
data terdiri atas langkah-langkah sebagai berikut:
     1. Pengklasifikasian atau menetapkan data berdasar kategori yang telah ditetapkan.
     2. Menyalin data ke dokumen atau media lain.
     3. Mengurutkan, atau menysusn data menurut karaktersitiknya.
     4. Mengelompokkan atau mengumpulkan transaski sejenis.
     5. Menggabungkan atau mengkombinasikan dua atau lebih data atau arsip.
     6. Melakukan penghitungan.

Prosedur
kerja



Informasi
Orang
Teknologi
informasi

Tujuan
Data terformat,
teks,
gambar, suara,
dan video
Orang yang
memasukkan,
memproses, dan
menggunakan
data
Perangkat keras
dan perangkat
lunak yang
memproses data
Yang dicoba untuk
dilakukan sistem
Cara kerja yang dilakukan
orang dan teknologi
informasi
      7. Peringkasan, atau penjumlahan data kuantitatif.
     8. Membandingkan data untuk mendapatkan persamaan atau perbedaan yang ada.
3. Manajemen Data
Fungsi manajemen data terdiri atas tiga tahap, yaitu: penyimpanan, pemutakhiran dan
pemunculan   kembali   (retrieving).   Tahap   penyimpanan  merupakan   penempatan   data
dalam penyimpanan atau basis data yang disebut arsip. Pada tahap pemutakhiran, data
yang tersimpan diperbaharui dan disesuaikan dengan peristiwa terbaru. Kemudian pada
tahap retrieving, data yang tersimpan diakses dan diringkas kembali untuk diproses lebih
lanjut atau untuk keperluan pembuatan laporan. Manajemen data dan pemrosesan data
mempunyai   hubungan  yang   sangat  erat.  Tahap pengelompokkan data dan pengurutan
data   dari   fungsi   pemrosesan   data,   misalnya   sering   dilakukan   sebagai   pendahuluan
sebelum dilakukan tahap pemutakhiran dalam fungsi manajemen data. Manajemen data
dapat dipandang sebagai bagian dari pemrosesan data. Manajemen data akan menunjang
pencapaian   efisiensi   aktivitas   dalam  proses  menghasilkan   informasi   dan  mendorong
dipatuhinya kebijakan manajemen terutama mengenai informasi aktivitas dan  informasi
kebijakan manajemen.
4. Pengendalian Data
Fungsi pengendalian data mempunyai dua tujuan dasar: (1) untuk menjaga dan menjamin
keamanan aset  perusahaan,  termasuk data, dan  (2) untuk menjamin bahwa data yang
diperoleh akurat dan lengkap serta diproses dengan benar. Berbagai teknik dan prosedur
dapat dipakai untuk menyelenggarakan pengendalian dan keamanan yang memadai.
5. Penghasil Informasi
Fungsi   penghasil   informasi   ini   terdiri   atas   tahapan   pemrosesan   informasi   seperti
penginterprestasian, pelaporan dan pengkomunikasian informasi.
E. Informasi Operasi, Informasi Akuntansi Manajemen dan Informasi Akuntansi Keuangan
Informasi yang dihasilkan oleh SIA adalah informasi akuntansi yang dapat berupa informasi
operasi (IO), informasi akuntansi manajemen (IAM), dan informasi akuntansi keuangan (IAK). IO
disiapkan hampir mirip dengan IAM. Bedanya adalah IO dikhususkan untuk membuat laporan yang
memuat kegiatan operasi  perusahaan. Kegiatan operasi  yang dimaksud adalah aktivitas utama
dan aktivitas lain yang timbul dalam peusahaan tersebut. Aktivitas utama biasanya berasal dari
aktivitas pembelian bahan mentah, pengolahan atau pemrosesan, dan penjualan produk hasil dari
pemrosesan sebelumnya. Aktivitas lain dapat berupa aktivitas akuntansi, administrasi dan umum
dan lain-lainnya.
Aktivitas operasi  selain dapat  menghasilkan  informasi  operasi,  dapat pula diolah untuk
menghasilkan   informasi   akuntansi  manajemen   dan   informasi   akuntansi.   Informasi   akuntansi
manajemen   disiapkan   untuk   kebutuhan   pihak   internal   untuk  membantu  manajemen   dalam pembuatan keputusan. Informasi ini tidak dibatasi oleh PABU, merupakan informasi inovatif yang
dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi perusahaan tertentu.
Informasi akuntansi keuangan adalah informasi bertujuan umum (general purposes) yang
disajikan sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU). Informasi ini bertujuan umum
sebab disiapkan untuk pihak internal dan eksternal. IAK disajikan dengan asumsi bahwa informasi
yang dibutuhkan  investor, kreditor, calon  investor dan kreditor, manajemen, pemerintah, dan
sebagainya dapat mewakili   kebutuhan informasi pihak lain selain investor dan kreditor. Dengan
demikian dibutuhkan  satu  informasi   seragam untuk  semua pihak yang berkepentingan dengan
bisnis perusahaan. Umumnya, IAK disusun dan dilaporkan secara periodik, sehingga tidak dapat
memenuhi kebutuhan manajemen terhadap informasi yang tepat waktu. Selain itu, IAK disajikan
dengan format yang terlalu kaku, sehingga kurang mampu memenuhi informasi yang dibutuhkan
manajemen.
F. Teknologi Sistem Informasi Akuntansi
                 Teknologi informasi yang meliputi komputer dan telekomunikasi memampukan (enable)
suatu   entitas   mengumpulkan   data,   menyimpan,   mengolah,   dan   melaporkan   serta
mendistribusikan   informasi   kepada   para   pemakai   dengan   kos   yang   relatif   rendah.   Teknologi
informasi juga memampukan suatu entitas menangkap dan menangapi informasi eksternal secara
efektif (effective sensing radar). Teknologi informasi (TI) digunakan untuk melaksanakan bisnis
perusahaan (Wilkinson, 1991) dan menjadi mata rantai yang menghubungkan bisnis perusahaan
dengan   pemasok,   bisnis  perusahaan  dengan  pelanggan,   dan   antara  pemasok   dan   pelanggan.
Pihak-pihak yang terkait tersebut berhubungan karena adanya value chain. Dengan demikian, TI
merupakan   penghubung   value   chain   antara   bisnis   perusahaan,   pemasok,   dan   pelanggan.   TI
memicu adanya value system.  Oleh karena  itu,   sistem  informasi  suatu entitas dapat  manjadi
sistem informasi entitas lain, maka akan menimbulkan share interest secara efisien.
EDI memberikan keuntungan efisiensi bagi pelanggan dan pemasok. Jika pelanggan dapat
melihat ke belakang melalui  keseluruhan rantai  sediaan dan pemasok dapat melihat ke depan
keseluruhan rantai pelanggan, maka kondisi ini akan menimbulkan keseluruhan rantai hubungan.
Bagi   entitas,   informasi   yang   terintegrasi   melalui   seluruh   rantai   hubungan   bisnis   akan
menimbulkan   keuntungan   strategik   untuk   memaksimumkan   value   bagi   pelanggan.   Rantai
hubungan bisnis ini akan mengarahkan perhatian utama setiap entitas pada kebutuhan pelanggan
(customers focus), bukan pada kepentingan individu related entities.
Entitas   dimungkinkan   memiliki   informasi   secara   real-time,   dan   beberapa   bentuk
pelaporan real-time kepada investor, kreditor, dan pemakai  lainnya menjadi suatu yang biasa.
Teknologi   informasi  masa   depan   akan  menyebabkan  model   aliran   informasi   di   atas  menjadi
ketinggalan   jaman.   Informasi   masa   depan   akan   disajikan   secara   virtual   atau   merupakan
information-dual (Elliot, 1994).Manajemen membutuhkan sistem informasi yang bersifat strategik sampai yang bersifat
operasional. Penerapan teknologi informasi (seperti EDI) dalam SIA akan menjadikan SIA sebagai
sistem informasi strategik (SIS) untuk menciptakan information-dual. Information-dual akan dapat
mempengaruhi   semua organisasi  yang menghasilkan output   secara virtual.   Informasi   ini  dapat
digunakan   dalam   pengukuran   pertanggungjawaban   internal   dan   eksternal.   Information-dual
menyebabkan         perubahan         besar         lingkungan     manajemen   dan pertanggungjawaban.
Sistem  informasi   ini  dapat  dianalogikan dengan sistem sensor  pemanas,  kebakaran dan banjir
yang   ditempatkan   di   setiap   rumah.   Untuk  merealisasi   information   dual,   alat   sensor   akan
memonitor  dan menangkap  sinyal   suatu kejadian dan memrosesnya  secara  real-time.  Dengan
demikian,  manajemen   dapat  mencegah   suatu   proses  menjadi   semakin   buruk   dan  mengubah
tindakannya secara cepat dengan memonitor proses-proses secara real-time. Sistem
informasi   strategik   akan   didukung   dengan   terbentuknya   sistem   informasi   operasi,   sistem
informasi   akuntansi   manajemen,   dan   sistem  informasi   akuntansi   keuangan,   bahkan   sistem
informasi tersebut menjadi sistem informasi strategik itu sendiri.
G. Pencapaian Sistem Informasi Akuntansi yang Memadai
Sebelum         melaksanakan         metodologi        pengembangan     sistem,     maka       perlu
pemahaman   terhadap   kebijakan   dan   sekumpulan   hal-hal  mendasar   yang  menjadi   keyakinan
manajemen suatu organisasi terhadap sistem informasi. Kebijakan ini berkaitan denganb filosofi
manajemen,   dan   sistem  informasi   yang   proaktif.   Secara   umum  ada   dua   filosofi   yang   dapat
digunakan dalam pengembangan  sistem  informasi  organisasi,  yaitu dipandang  sebagai   senjata
pertahanan taktik dan senjata ofensif  strategik. Pertama, sistem  informasi  dipandang sebagai
senjata pertahanan taktik dan operasional untuk menentukan basic data, kebutuhan pemrosesan
dan kewajiban pelaporan untuk membantu perusahaan tetap pada jalur yang harus dilalui  dan
bertahan   hidup.   Kedua,   sistem  informasi   akuntansi   dipandang   sebagai   senjata   ofensif   yang
strategik untuk dapat memenangkan persaingan. Kebijakan sistem informasi yang proaktif akan
menghilangkan pemisah antara departemen,  personalia dan  fungsi  garis,   serta menghilangkan
batas   wilayah   negara.   Kebijakan   sistem   informasi   proaktif   mengakui   penerapan   teknologi
informasi,   seperti   telekomunikasi,   komputer,   electronic   mail,   computer-integrated
manufacturing, teleshopping, teleconference, multifunctional workstations secara terintegrasi.
Tujuan sistem informasi dan kebutuhan informasi yang didefinisikan secara jelas adalah
salah   satu   kunci   untuk   suksesnya   sistem  informasi.   Kesuksesan   suatu   sistem membutuhkan
tujuan-tujuan yang terdefinisikan. Suatu sistem dengan tujuan tertentu akan menyelesaikan lebih
banyak untuk suatu organisasi, daripada sistem tanpa tujuan, sedikit tujuan, atau tujuan yang
ambisius   (Calliueot   and   Lapayre,   1992).   Calliueot   and   Lapayre   (1992)   menyatakan   bahwa
penciptaan suatu informasi efektif membutuhkan suatu pengorganisasian untuk mengembangkan
sejumlah   sistem-sistem  pendukung.   Penarikan   staf   yang   kompeten   dan   layak   adalah   suatu tindakan yang sangat penting. Investasi yang besar dalam perangkat keras, perangkat lunak dan
pendukung sistem yang lain adalah sesuatu yang penting, namun tanpa manusia bersumber daya
yang kompeten untuk mengkoordinasikan sistem akan menghasilkan informasi yang tidak layak,
tidak tepat waktu atau tidak akurat.
H. Aspek Pengendalian Intern Sistem Informasi Berbasis Komputer
Elemen pengendalian  intern yang ada pada sistem  informasi  berbasis komputer hampir
sama dengan sistem manual. Beberapa hal berikut menjadikan adanya penekanan yang berbeda
pada pengendalian intern untuk kedua jenis sistem itu;
1. Sistem  informasi   terkomputerisasi   lebih  luas   lingkup pengendaliannya karena  sebagian
besar proses tidak terlihat secara nyata oleh indra manusia.
2. Sedikitnya bukti berupa dokumen. Diperlukan desain sistem yang mampu   meninggalkan
jejak untuk keperluan pengauditan (audit trial).
3. Pengendalian harus diintegrasikan kedalam rancangan sistem sebagai salah satu elemen
yang mendukung kekuatan desain sistem tersebut.
4. Diperlukan prosedur dokumentasi  yang baik sehingga mampu merekam seluruh   proses
sekaligus pengmbangan sistem itu sendiri. Prosedur back-up termasuk dalam hal ini.
5. Perlu dilakukan sentralisasi informasi utnuk memudahkan pengendalian.
6. Memungkinkan pengendalian intern melalui program-program komputer.
7. Pengendalian   pada   salah   satu   fungsi  mungkin   dapat  melemahkan   pengendalian   pada
fungsi yang lain.
Elemen-elemen  pokok  pengendalian   intern   sistem  informasi  berbasis   komuter  dikelompokkan
sebagai berikut:
1. Pengendalian Manajemen (Management Control)
Pengendalian manajemen yang diperlukan oleh sebuah sistem informasi meliputi:
1. Pengendalian   terhadap   rencana   induk   sistem  informasi,   apakah   desain   sistem
informasi   telah  memenuhi   garis   besar   dan   spesifikasi   yang   dimaksud   dalam
rencana induk.
2. Pemisahan   fungsi,   berbeda   sedikit   dengan   sistem manual.   Fungsi   yang   perlu
dipisahkan adalah:
● Perancangan dan penyusunan program sistem
● Operasi pengolahan data
● Dokumentasi program dan kepustakaan
● Seleksi dan pelatihan karyawan
● Perlu adanya buku petunjuk operasional sistem dan prosedur yang
ada dalam sistem tersebut
● Pengendalian anggaran3. Pengendalian Terhadap Pengembangan Sistem
Penerapan   sistem  informasi   akuntansi   berbasis   komputer  merupakan   investasi
yang besar,  demikian pula untuk pengembangan  selanjutnya.  Perusahaan perlu
melakukan pengendalian intern dalam mengembangkan sistem informasinya, jenis
pengendalian yang diterapkan untuk hal ini adalah:
● Pengendalian   siklus   pengembangan   sistem.   Setiap   usulan
pengembangan   sistem  sebaiknya  melalui   sebuah   prosedur   yang
memerlukan   otorisasi   dari  manajer   pengembangan   sistem  atau
semacamnya.
● Pengendalian   terhadap   dokumentasi   sistem.   Pengendalian   ini
diperlukan karena dokumentasi sistem merupakan alat komunikasi
antara perancang sistem dengan users. Sistem dan pengembangan
sistem yang tidak didokumentasikan dengan baik akan menambah
biaya   pengembangan   karena   harus  mencari   informasi  mengenai
detail sistem ke pihak perancang terdahulu.
● Pengendalian terhadap pengubahan program. Perlu otorisasi seperti
halnya pada pengendalian siklus pengembangan sistem.
4. Pengendalian Akses (Access Control)
Pengendalian akses  merupakan  kunci  dari   sistem  informasi  berbasis   komputer.
Penerapan berbagai teknik password bertingkat untuk mengendalikan akses setiap
personil merupakan teknik yang paling banyak digunakan.
Pengendalian akses mencakup lingkup berikut:
● Pengendalian   akses   terhadap   perangkat   keras.   Tidak   setiap
karyawan memiliki wewenang untuk keruangan di mana komputer
induk  dan media  penyimpanan  diletakkan.   Selain  itu perlu pula
prosedur pengamanan perangkat keras dari berbagai bencana dan
kecelakaan yang disebabkan oleh hal lain.
● Pengendalian akses terhadap perangkat lunak.
● Pengendalian   terhadap   dokumentasi   program.     Akses   terhadap
program    ini   hendaknya   dilindungi  melalui   otorisasi   dari   pihak
tertentu.   Dengan   memiliki   dokumentasi   program   maka   sangat
memungkinkan seseorang memodifikasi program untuk kepentingan
pribadi.
● Pengendalian terhadap program dan file-file data. Pengendalian ini
mutlak diperlukan karena sangat banyak data yang dihasilkan dari
sebuah sistem informasi yang bersifat rahasia yang perlu dilindungi dari pihak-pihak tertentu.
I. Komputerisasi Proses Akuntansi
Melihat   karakteristik   komputer   dan   karakteristik   proses   akuntansi,   dapat   disimpulkan
bahwa ada bagian dari  proses pencatatan yang fungsinya dapat diganti  dengan komputer. Bila
dipelajari   sifatnya,   proses  mulai   dari   penjurnalan   sampai   ke   pelaporan   sebenarnya   bersifat
matematis   (karena   hubungan   buku   besar   dapat   ditunjukkan   dalam   persamaan   akuntansi,
sistematis   (karena   urutan mengerjakannya   jelas)  dan  logis   (karena   unsur  pertimbangan  atau
judgement tidak terlibat lagi). Dengan kata lain, proses tersebut sifatnya adalah penambahan,
pembandingan, penyortiran, pereklasifikasian, dan peringkasan dengan cara tertentu yang sudah
jelas atau pasti. Pekerjaan atau tugas yang demikian biasanya menjadi objek komputerisasi.
Dengan sistem komputer seperti di atas maka langkah yang paling kritis adalah langkah
analisis transaksi karena kalau langkah ini salah, hasil pengolahan data oleh komputer juga ikut
salah. Yang menjadi persoalan adalah siapakah orang yang bertugas untuk melakukan pemasukan
data   (data   entry).   Tentu   saja   tidak   setiap   orang   dapat  melakukan   hal   tersebuut.   Hanya
orang/operator   tertentu yang diotorisasi  dapat  melakukan pemasukan data.  Sistem akuntansi
dengan komputer itu sendiri biasanya juga dilengkapi dengan mekanisme pengamanan sehingga
tidak   setiap   orang   dapat   mengubah   data   walaupun   orang   tersebut   masih   tetap   dapat
menggunakan komputer  yang sama untuk  tujuan  lain.  Untuk dapat  menjalankan program dan
melakukan pemasukan data orang/operator yang diotorisasi untuk itu diberi kode khusus (disebut
password) agar dapat membuka file akuntansi dan melakukan pencatatan transaksi tertentu. Cara
ini  merupakan salah satu contoh pengaman dan merupakan salah satu cara untuk menentukan
orang yang bertanggung jawab bila terjadi kesalahan atau penyalahgunaan informasi.
Komunikasi dengan komputer dilakukan melalui terminal yang terdiri atas keyboard, layar
monitor dan printer. Dalam perusahaan yang besar yang mempunyai  komputer berskala besar,
komputernya sendiri biasanya tidak tampak atau tidak terletak di dekat terminal tersebut tetapi
khusus   terletak   di   tempat   yang   disebut   pusat   komputer.   Dalam  hal  mikrokomputer,   semua
perangkat komputer menjadi satu kesatuan dan berdiri sendiri sebagi suatu sistem.
Walaupun   dengan   penggunaan   komputer   kegiatan-kegiatan   dalam   siklus   akuntansi
manjadi tidak ada lagi, konsep yang dipelajari dalam sistem akuntansi manual tetap diperlukan
karena apa yang dikerjakan oleh komputer tetap mengikuti konsep yang digunakan dalam sistem
akuntansi  manual.   Laporan   seperti   daftar   piutang,   daftar   utang   dan   laporan   interim  dapat
disusun dan dicetak setiap saat dengan segera. Kalau data penyesuaian telah dimasukkan dalam
komputer  maka  laporan keuangan akhir  dapat  segera dicetak.  Oleh karena  itu,  dalam  sistem
komputer tidak diperlukan  lagi  kertas kerja seperti  pada sistem manual. Perlu dicatat bahwa
konsep   pelaporan   keuangan   tidak   dapat   diganti   oleh   komputer,   yang   dapat   diganti   dengan
komputer adalah proses pengolahan datanya. Oleh karena itu, bagian akuntansi yang mengolah data dengan komputer sering disebut dengan bagian Electronic Data Processing (EDP) yang selain
mengolah data akuntansi bagian ini juga mengolah data perusahaan yang lain.
Mencatat Transaksi dalam Sistem Komputer
Program komputer untuk akuntansi biasanya dirancang dengan cermat sehingga operator
yang  melakukan pencatatan  transaksi  dapat  melaksanakannya dengan mudah.   Setiap  langkah
yang dikerjakan dalam siklus akuntansi (penjurnalan, pengakunan dan penyusunan daftar saldo)
dapat dilakukannya dengan mengikuti instruksi yang langsung dapat dilihat pada layar monitor.
Instruksi   yang   sudah   disiapkan   pada  waktu  merancang   sistem  biasanya   ditampilkan   di   layar
monitor  dalam bentuk menu.  Menu akan menyajikan daftar  operasi  yang dapat  diminta oleh
operator dan operator tinggal memilih operasi yang dikehendaki.
Pertimbangan Penggunaan Komputer
Pertimbangan   utama   penggunaan   komputer   adalah   pertimbangan   cost   and   benefit.
Penggunaan komputer  merupakan sebuah  investasi  besar  bagi  sebuah organisasi.  Bukan hanya
dalam hal biaya investasi tetapi waktu, tenaga dan sumber daya yang dialokasikan untuk hal ini
membutuhkan   alokasi   yang   tidak   sedikit.  Cost   bukan   hanya   berarti   biaya   yang   dikeluarkan.
Waktu,   tenaga,   sumber  daya yang  lain haruslah diperhitungkan dalam penggunaan komputer.
Permasalahan timbul ketika cost yang berbentuk selain biaya tersebut sukar untuk diukur dalam
ukuran   kuantitatif.   Tentu   hal   ini  membutuhkan   alat   untuk  mengalokasikan   dan  menentukan
ukuran yang tepat untuk mengkuantifikasikannnya.
Kalau   dibandingkan   dengan   sistem   manual,   sistem   komputerisasian   memang   jelas
mempunyai keunggulan (benefit) khususnya dalam hal kecepatan (speed), ketelitian (accuracy)
dan kapasitas  (capacity)  pemrosesan. Kecepatan komputer dapat diandalkan karena komputer
mengerjakan   suatu   perintah   dalam  hitungan  mikrodetik   (microsecond).   Perkembangan   chip
terakhir telah memungkinkan
kecepatan   dalam   seperbilliun   detik   (nanosecond)   atau   bahkan   dalam   sepertrilliun   detik
(picosecond). Dengan kecepatan ini suatu transaksi dapat diproses dalam seketika.
Ketelitian jelas dapat diandalkan karena setelah data disiapkan dengan benar, komputer
akan memroses tanpa campur tangan manusia lagi dan kalau komputer sudah diprogram dengan
benar kemungkinan kesalahan perhitungan dan klasifikasi menjadi kecil. Itulah sebabnya sebelum
suatu komputer dan programnya digunakan, suatu percobaan (trial run) dengan data percobaan
perlu   dilakukan   untuk  memverifikasi   program.   Dalam  sistem manual,   karena   tiap   langkah
dikerjakan oleh manusia, kemungkinan kesalahan menjadi lebih besar.
Kapasitas untuk menyimpan, mencatat dan mencetak data menjadi sangat besar karena
data   disimpan   dalam  bentuk   elektromagnetik.   Oleh   karena   itu,   di   samping   laporan   utama
komputer   dapat   diprogram  untuk  menghasilkan   laporan-laporan   tambahan   lainnya   termasuk rincian-rincian  yang  diperlukan.    Namun demikian,   karena   semua  data   tidak   terekam dalam
bentuk   yang   dapat   dibaca   oleh   manusia,   kegagalan   komputer   (computer   failure)   dapat
merunyamkan perusahaan karena data dapat rusak atau hilang atau tidak dapat dibaca kembali.
Itulah sebabnya diperlukan suatu mekanisme backup. Manipulasi dengan komputer dan kejahatan
dengan   komputer   (computer   crime)   juga   merupakan   ancaman   bagi   perusahaan   yang
mengandalkan   operasi   dan   pencatatan   keuangannya   dengan   komputer.   Oleh   karena   itu,
diperlukan suatu sistem pengendalian internal dan computer security yang memadai. Penggunaan
password merupakan salah satu cara pengendalian agar tidak setiap orang dapat mengubah atau
memasukkan angka ke dalam sistem komputer.
Perusahaan harus   tahu benar  manfaat  digunakannya komputer  dan harus  yakin bahwa
yang diproses  dengan  komputer  adalah data-data yang benar-benar  diperlukan dalam  rangka
menghasilkan informasi untuk kepentingan perusahaan. Yang lebih penting adalah informasi apa
yang harus diproses bukan bagaimana memprosesnya. Kalau yang dimasukkan dalam komputer
adalah data yang tidak mempunyai kualitas informasi, keluaran komputer juga merupakan data
yang tidak bermanfaat betapapun rapi dan indah hasil cetakannya Pemeo untuk mengatakan hal
tersebut adalah garbage-in, garbage-out (GIGO).2. PENDEKATAN TEKNOLOGI INFORMASI
Sistem   Informasi   Akuntansi   dengan   pendekatan   teknologi   informasi   seperti   halnya   siklus
pengembangan  sistem yang  lainnya,  dimana hal   ini  mensyaratkan adanya  suatu metode daur
hidup   pengembangan   sistem.   Pola   daur   hidup   pengembangan   sistem   dapat   menggunakan
beberapa model. Adapun tahapan pengembangan sistem yang umum digunakan sebagai berikut :
Gambar 2. Tahapan Sistem
1. Tahapan Analisis Sistem
Dimulai  karena adanya permintaan  terhadap sistem baru.  Proyek baru ditangani
dalam bentuk   tim,  yang melibatkan pemakai,  analis   sistem,  dan para  spesialis   sistem
informasi yang  lain, serta barangkali  juga auditor  internal. Tujuan utama  analisis sistem
adalah untuk menentukan hal-hal  detil   tentang yang akan dikerjakan oleh sistem yang
diusulkan (dan bukan bagaimana caranya). Analisis sistem mencakup studi kelayakan dan
analisis kebutuhan. Analisis sistem mencakup studi kelayakan dan analisis kebutuhan.
Studi Kelayakan
Menentukan   kemungkinan   keberhasilan   solusi   yang   diusulkan.  Berguna   untuk
memastikan   bahwa   solusi   yang   diusulkan   tersebut   benar-benar   dapat   dicapai   dengan
sumber daya dan dengan memperhatikan kendala yang terdapat pada perusahaan serta
dampak   terhadap  lingkungan  sekeliling.  Analis   sistem melaksanakan penyelidikan awal
terhadap masalah dan peluang bisnis yang disajikan dalam usulan proyek pengembangan
sistem. Tugas-tugas yang tercakup dalam studi kelayakan meliputi:
● Penentuan masalah dan peluang yang dituju sistem

Perubahan
lingkup /
kebutuhan
Desain Sistem
  Desain Sistem
Implementasi Sistem
Analisis Sistem

Operasi dan
Pemeliharaan
Kebutuhan
Sistem
Kesalahan atau
masalah yang tak
memungkinkan
implementasi
dilaksanakan
Sistem Siap
Beroperasi
Mandiri
Perancangan konseptual
Perancangan fisik
Studi Kelayakan
Analisis Kebutuhan
Implementasi kurang
lengkap / ada
permintaan baru
Pemrograman dan
Pengujian
Konversi ● Pembentukan sasaran sistem baru secara keseluruhan
● Pengidentifikasian para pemakai sistem
● Pembentukan lingkup sistem
Ukuran yang dipakai dalam studi kelayakan:
Tabel 1. Ukuran Studi Kelayakan
Aspek Pertimbangan
Teknologi
Apakah sistem dapat dikembangkan dan dioperasikan
dengan teknologi yang tersedia?
Ekonomi
Apakah manfaat sistem lebih besar daripada biaya yang
dikeluarkan (termasuk untuk memenuhi kebutuhan
personil)?
Non-ekonomi
Apakah sistem yang diusulkan memiliki keuntungan yang
tak dapat diukur dengan uang
Organisasi atau
Operasional
Apakah sistem yang diusulkan bisa cocok dengan budaya
organisasi?
Apakah level keahlian yang digunakan dalam sistem baru
sesuai dengan pegawai yang akan mengoperasikannya?
Jadwal
Mungkinkah menerapkan sistem tersebut sesuai dengan
jadwal yang telah ditetapkan?
Kendala hukum,
etika, dan yang
lain
Apakah  sistem yang diusulkan tidak bertentangan dengan
etika atau hukum?
Apakah terdapat kendala-kendala yang berbahaya yang
dilanggar?
Analisa Kebutuhan
Analisis  kebutuhan dilakukan untuk menghasilkan  spesifikasi  kebutuhan  (disebut
juga spesifikasi fungsional) . Spesifikasi kebutuhan adalah spesifikasi yang rinci tentang
hal-hal   yang  akan  dilakukan  sistem  ketika diimplementasikan.  Spesifikasi   ini   sekaligus
dipakai  untuk membuat  kesepahaman antara pengembang sistem,  pemakai  yang kelak
menggunakan sistem, manajemen, dan mitra kerja yang lain (misalnya auditor internal).
Analisis kebutuhan ini diperlukan untuk menentukan:
● keluaran yang akan dihasilkan sistem,
● masukan yang diperlukan sistem,
● lingkup proses yang digunakan untuk mengolah masukan menjadi keluaran,
● volume data yang akan ditangani sistem, ● jumlah pemakai dan kategori pemakai, serta
● kontrol terhadap sistem
2. Tahapan Analisis Sistem
Gambar 3. Skema Perancangan
Perancangan Konseptual
Disebut juga perancangan logis . Pada perancangan ini, kebutuhan pemakai dan
pemecahan masalah yang teridentifikasi selama tahapan analisis sistem mulai dibuat untuk
diimplementasikan Ada tiga langkah penting yang dilakukan dalam perancangan
konseptual, yaitu: evaluasi alternatif rancangan, penyiapan spesifikasi rancangan, dan
penyiapan laporan rancangan sistem secara konseptual. Evaluasi alternatif rancangan
digunakan menentukan alternatif-alternatif rancangan yang bisa digunakan dalam sistem
Contoh:
● perusahaan mau menggunakan pesanan pembelian atau menggunakan EDI

Desain Sistem
Perancangan Fisik
Analisis
Sistem
Perancangan Konseptual
Evaluasi
Alternatif
Rancangan
Penyiapan Laporan
Rancangan Sistem
Konseptual
Penyiapan Spesifikasi
Rancangan
Rancangan
Keluaran
dan
Masukan
Rancangan
Platform
Rancangan
Antarmuka
Pemakai &
Sistem
Rancangan
Basis data
Rancangan
Modul
Rancangan
Kontrol
Implementasi
Sistem
Operasi dan
Pemeliharaan

Dokumentasi

Rencana Pengujian

Rencana Konversi ● Arsitektur teknologi informasi yang digunakan terpusat atau terdistribusi
● Entri data akan dilakukan melalui keyboard, barcode scanner, atau kedua-duanya
Evaluasi yang dilakukan mengandung hal-hal berikut (Romney, Steinbart, dan Cushing,
1997):
● Bagaimana alternatif-alternatif tersebut memenuhi sasaran sistem dan organisasi
dengan baik?
● Bagaimana alternatif-alternatif tersebut memenuhi kebutuhan pemakai dengan
baik?
● Apakah alternatif-alternatif tersebut layak secara ekonomi?
● Apa saja keuntungan dan kerugian masing-masing?
Skema Perancangan Konseptual
Spesifikasi rancangan ini mencakup elemen-elemen berikut:
● Keluaran
Rancangan laporan mencakup frekuensi laporan (harian, mingguan, dan
sebagainya), isi laporan, bentuk laporan, dan laporan cukup ditampilkan pada  layar
atau perlu dicetak
● Penyimpan data
Dalam hal ini, semua data yang diperlukan untuk membentuk laporan ditentukan
lebih detil, termasuk ukuran data (misalnya, nama barang maksimal terdiri atas 25
karakter) dan letaknya dalam berkas
● Masukan
Rancangan masukan meliputi data yang perlu dimasukkan ke dalam sistem
● Prosedur pemrosesan dan operasi
Rancangan ini menjelaskan bagaimana data masukan diproses dan disimpan dalam
rangka untuk menghasilkan laporan
Perancangan Fisik
Rancangan keluaran, berupa bentuk laporan dan  rancangan dokumen
● Rancangan masukan, berupa rancangan layar untuk pemasukan data
● Rancangan antarmuka pemakai dan sistem, berupa rancangan interaksi antara
pemakai dan sistem (menu, ikon, dan sebagainya)
● Rancangan platform, berupa rancangan yang menentukan perangkat keras dan
perangkat lunak yang digunakan
● Rancangan basis data, berupa rancangan-rancangan berkas dalam basis data,
termasuk penentuan kapasitas masing-masing ● Rancangan modul, berupa rancangan modul atau program yang dilengkapi
dengan algoritma (cara modul atau program bekerja)
● Rancangan kontrol, berupa rancangan kontrol-kontrol yang digunakan dalam
sistem (mencakup hal-hal seperti validasi, otorisasi, dan pengauditan)
● Dokumentasi, berupa hasil pendokumentasian hingga tahap perancangan fisik.
● Rencana pengujian, berisi rencana yang dipakai untuk menguji sistem
● Rencana konversi, berupa rencana untuk menerapkan sistem baru terhadap
sistem lama.










Sekilas tentang informasi akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang merubah data transaksi bisnis menjadi informasi keuangan yang berguna bagi pemakainya .
Sistem inforamsi akuntansi sangat diperlukan bagi pemakai akuntansi yaitu pihak luar(ekstern) oragnisasi perusahaandan pihak dalam(intern) oraganisasi perusahaan. Kebutuhan para pemakai ekstern dapat dipenuhi dengan adanya publikasi laporan laba/rugi. Sedangkan para pemakai intern dapat memenuhi kebutuhan informasi akuntansinya untuk mencapai nilai ekonomis (laba) perusahaan semaksimal mungkin.
SISTEM
Ø  Sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.
Ø   
Elemen sistem :
Tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen yang sama, tapi suatu susunan dasar adalah :Input, Transformasi, Output, Mekanisme Kontrol, Tujuan.
Jenis Sistem :
Sistem Lingkaran Terbuka à sistem yang tidak mempunyai elemen mekanisme kontrol, dan tujuan.
Sistem Lingkaran Tertutup à sistem yang disertai oleh adanya elemen mekanisme kontrol dan tujuan.
Sifat Sistem :
1.         Sistem terbuka : Sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumberdaya.
2.         Sistem Tertutup : Sistem yang sama sekali tidak berhubungan dengan lingkungannya.

Sistem Fisik : sistem yang terdiri dari sejumlah sumber daya fisik
Sistem Konseptual : sistem yang menggunakan sumberdaya konseptual (data dan informasi) untuk mewakili suatu sistem fisik.
Karakteristik SIA yang membedakannya dengan subsistem CBIS lainnya :
1.            SIA melakasanakan tugas yang diperlukan
2.            Berpegang pada prosedur yang relatif standar
3.            Menangani data rinci
4.            Berfokus historis
5.            Menyediakan informasi pemecahan minimal

komponen SIA

1. Spesialis Informasi

2. Akuntan
Contoh SIA sebagai pusat informasi perusahaan :
Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran produksi perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan analisa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh dari usulan produk baru tersebut
            Bagian SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. Setelah diproses hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke bagian pemasaran.
Selanjutnya kedua bagian akan merundingkan hasil analisa tersebut untuk dicari keputusan yang sesuai.

Dari contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek yang berhubungan dengan sistem bisnis modern yaitu :
1.            Pentingnya komunikasi antar departemen/subsystem yang mengarah untuk tercapainya suatu keputusan.
2.            Peranan SIA dalam menghasilkan informasi yang dapat membantu departemen lainnya untuk mengambil keputusan.

Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan menjadi 2, yaitu :
-           informasi akuntansi keuangan, Informasi yang berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.
-           Informasi Akuntansi Manajemen, informasi yang berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.

Didalam Akuntansi Manajemen terdapat dua komponen yang digunakan bagi perencanaan dan pengendalian perusahaan, yaitu :
1.         Sistem Akuntansi Biaya
2.         Sistem Budgeting

Sistem Akuntansi Biaya
à        Digunakan untuk membantu manajemen dalam perencanaan dan pengawasan dari aktivitas pengadaan, proses distribusi dan penjualan
Budgeting
à    adalah proyeksi keuangan perusahaan untuk masa depan yang bermanfaat untuk menolong manajer dalam perencanaan dan pengawasan

Unsur-unsur yang dapat mempengaruhi penerapan SIA dalam perusahaan :
1.         Analisa Perilaku
2.         Metode kuantitatif
3.         Komputer

TUJUAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

1. Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to Support the –day-to-day operations).
2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal decision makers).
3. Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggung-jawaban (to fulfill obligations relating to stewardship).


Dalam SIA ada 2 pemakai informasi akuntansi yaitu:
1. Pihak ekstern
        Para langganan
        Para leveransir (supplier)
        Para pemegang saham (stockholder)
        Para pegawai
        Para pemberi pinjaman
        Instansi Pemerintah
2. Pihak Intern
      SIA menyiapkan informasi bagi manajemen dengan melaksanakan operasi-operasi tertentu atas semua data sumber yang diterimanya dan juga mempengaruhi hubungan organisasi perusahaan dengan lingkungan sekitarnya.

PROSES APLIKASI SIA

Pemakai


Sumber Data                Umpan Balik                Penghasil Informasi



Pengumpulan data                 Pemrosesan data           manajemen database