“Angan di Atas Awan”
Andaikan saja
Ku berhenti berharap...
Aku mati
Andaikan saja
Aku merintang mimpi
Aku sepi
Andaikan saja
Aku menepis rindu
Aku kehilangan
Andaikan saja
Aku menutup mata
Aku sunyi
Andaikan saja
Aku pergi
Aku dirundung asa
Andai saja itu cinta
Aku resah
Andaikan saja...
Aku memilih menyusun langkah
Aku terpelihara
Dalam diam aku menulis makna...
Ku berhenti berharap...
Aku mati
Andaikan saja
Aku merintang mimpi
Aku sepi
Andaikan saja
Aku menepis rindu
Aku kehilangan
Andaikan saja
Aku menutup mata
Aku sunyi
Andaikan saja
Aku pergi
Aku dirundung asa
Andai saja itu cinta
Aku resah
Andaikan saja...
Aku memilih menyusun langkah
Aku terpelihara
Dalam diam aku menulis makna...
By: Aqer Kutacane,18 oct 2011
“Ka & Ka”
Dia dan seperti Dia
Yang teduh...
Yang tenang...
Yang terindah
Dia dan hanya Dia
Yang lembut...
Yang penyayang
Yang membelai jiwa
Dia sejuta nirwana
Yang memeluk dalam damai
Yang menata dan menetapkan hati
Yang mengukir sejuta perenungan diri
Dia...
Menyalakan lagi Dia yang hampir padam bombing dan menemani masa sunyi…
Yang teduh...
Yang tenang...
Yang terindah
Dia dan hanya Dia
Yang lembut...
Yang penyayang
Yang membelai jiwa
Dia sejuta nirwana
Yang memeluk dalam damai
Yang menata dan menetapkan hati
Yang mengukir sejuta perenungan diri
Dia...
Menyalakan lagi Dia yang hampir padam bombing dan menemani masa sunyi…
Hadir dalam setiap ruang yang tak bersekat Dia…sungguh Dia
plabuhan penuh cinta,
Dan smoga Dia dapat merasa…!!!
By: Aqer Engkeran,15 oct 2011
Bacalah. . .
Seperti cinta yang bergema dari hati
Rona kemurnian harapan dan kerinduan
Panggilan itu datang dari pintu-pintu langit
Memaku hati berpaling dari mimpi
Jiwa yang terbang,
Memenuhi jalan-jalan keniscayaan
Bercahaya dengan kelepakan sayap-sayap keperakan
Bacalah...
Dengan nama Tuhanmu...
Ruh yang pulang dalam kehangatan
Bacalah...
Dalam kesucian
Keletihan itu tiada lagi
Lalu lebur...berawal dari ketiadaan
Dan...
Bacalah...!
By: Aqer Bambel,25 oct 2011
? ? ? . . .
Adakah…
Waktu kan mewujudkan mimpi
Ketika puing harapan melenting tinggi
Akankah…
Tuhan perkenankan atas pilihan yang tak pasti
Ketika hasrat menjadi kabut dan terbang
Mungkinkah…
Terang dalam gambaran hati
Ketika terombang-ambing di samudera sunyi
Salahkah…
Sesekali…
Ketika seribu kenangan berpendam
Menahan keinginan untuk menisbikannya
Senyata keinginan untuk berlalu
Luruh...
Tuhan aku ingin pulang
Ke tempat dimana ketiadaan adalah segalanya
Ketika pikiran, rasa dan jasad ini berada pada satu titik
Lebur di pelataranMu
By: Aqer Kutacane,10 nov 2011
“PINTU Itu”
Tidak ada seorangpun yang dapat menemani jiwa yang sepi
Tidak juga ada seorangpun yang bisa mengobati jiwa yang lelah
Di luarsana hanyalah bayang-bayang yang tampak nyata, tapi...tiada jawaban
Selalu ada pintu yang terbuka ketika seratus pintu yang lain telah tertutup
Dan ada sebuah pintu yang tak pernah tertutup...
Hanya saja kita tidak datang kesana untuk masuk
Karena buta
Karena tuli
Karena bisu
Karena lumpuh
.....masih juga tak dapat masuk.
Kalau saja kita melihat dengan mata hati,
Mendengar dengan jiwa,
Berbicara dengan hati,
Dan melangkah dengan kata hati...
Tak perlu meminta, kita sudah berada di dalamnya
Tidak juga ada seorangpun yang bisa mengobati jiwa yang lelah
Di luar
Selalu ada pintu yang terbuka ketika seratus pintu yang lain telah tertutup
Dan ada sebuah pintu yang tak pernah tertutup...
Hanya saja kita tidak datang ke
Karena buta
Karena tuli
Karena bisu
Karena lumpuh
.....masih juga tak dapat masuk.
Kalau saja kita melihat dengan mata hati,
Mendengar dengan jiwa,
Berbicara dengan hati,
Dan melangkah dengan kata hati...
Tak perlu meminta, kita sudah berada di dalamnya
By: Aqer Engkeran,29 sep 2011
”Pejuang Rindu”
Dengan sayap keabadian
Rinduku di ujung awan
Bergelombang dalam resah kering
Kutahu…,
Engkau datang sebelum aku
Sebelum aku mencariMu
Tertulis di Sidratul Munthaha
Ketika ku berjanji untuk selalu setia
Barsaksi aku…atasMu
Bahkan sebelum Kau tiupkan Ruh yang nyata
Izinkan aku berbakti dalam ketidaksempurnaan ini,
Ketika debu-debu dunia membalut warnaMu
Sehingga harus ku berusaha sekuat hati
Menjadi pejuang sejati…setiap waktu
Kau pada mulanya
Membentuk cerita kehidupan untuk kujalani
Tertatih-tatih sejak dari buaian duniawi
Sucikan aku ketika kita berjumpa lagi
Sampai di penghujung malam,
Terimalah aku…meskipun tak pernah ada diriku
Karena,
Aku telah menemui Mu sebelum Kau menjumpai Ku,
By: Aqer Engkeran,17 sep 2011
“M A K N A”
Ketika kedua sisi hatiku menolak dan menerima
Di batas atas,
Dan di batas bawah keinginan untuk berubah
Ketika aku mencoba memahami
Semuanya buyar seperti debu-debu
Segalanya berpendar seperti kembang api
Bersinar sebentar saja
Akhirnya aku tetap dalam tanda tanya besar
Kelelahan dan nestapa
Suatu ketika, ketika kesadaran menyeruak
Dalam diamku yang panjang dan hening
Aku mulai berhenti untuk mencoba memahami segala sesuatu
Aku juga berhenti mencari apa-apa di luar diriku…
Pada akhirnya hanya ke dalam diriku…
Ternyata satu demi satu pemahaman itu hadir
Ungkapan…ungkapkan sejuta makna pencarian
Saat hadir telaah diri…
Aku beranjak dewasa
Setelah aku berhenti
Setelah aku berdiam diri
Cahaya mulai menyinari hatiku
By : Aqer Kutacane,10 nop2011
“SESAL”
Jejak-jejak asa..
Terpuruk dalam sunyi sendiri
Berbantahan dengan harap dan ketiadaan
Bulir hasrat berbuah fatamorgana
Andai bisa disemai kembali...?
Suatu hari, ketika kedewasaan jiwa memayungi
Ini semua menjadi impian kosong di dunia
Lalu...
Mulailah kepala ini tegak dengan hati menunduk
Semuanya hidup dalam kenyataan yang damai
Cermin kalbu..
Tak berdinding ruang dan waktu
Dimana benih kebaikkan, cinta dan kepasrahan
bersemayam......
Ketika itu terjadi
Sang diri, lenyap di udara
Dan prisma ketuhanan
Membiaskan sejuta pelangi surga,....seutuhnya
Nyata......
Terpuruk dalam sunyi sendiri
Berbantahan dengan harap dan ketiadaan
Bulir hasrat berbuah fatamorgana
Andai bisa disemai kembali...?
Suatu hari, ketika kedewasaan jiwa memayungi
Ini semua menjadi impian kosong di dunia
Lalu...
Mulailah kepala ini tegak dengan hati menunduk
Semuanya hidup dalam kenyataan yang damai
Cermin kalbu..
Tak berdinding ruang dan waktu
Dimana benih kebaikkan, cinta dan kepasrahan
bersemayam......
Ketika itu terjadi
Sang diri, lenyap di udara
Dan prisma ketuhanan
Membiaskan sejuta pelangi surga,....seutuhnya
Nyata......
By: Aqer Engkeran,7 nov 2011
“Z A H R A”
Ya…karena Dia seorang perempuan
Pejuang yang terlahir ke dunia dari rahim Ibunda yang juga perempuan
Ibunda dan Ayahanda menitipkan cahaya di hati
Untuk dibagikan pada jiwa2, anak-anak dan keluarga nya
Juga siapa saja yang hidup bersamanya dan bejalan berdampingan di sisi nya
Dia perempuan, bukan karena ingin hadir sebagai perempuan
Tetapi karena amanah yang membawanya ke dunia ini
Menjelma dari tulang rusuk lelaki,
Terkadang Dia rapuh atau kaku
Terkadang juga liat dan lentur
Takdirnya menemani pemimpinya mengarungi samudera kehidupan
Yang kadang beriak, kadang tenang
Berangin, bersalju dan diselimuti awan
Belajar melangkahkan kaki dengan keanggunan seorang pendamping sejati
Dia, dikelilingi ruang dan waktu
Berputar untuk dirinya dan berputar untuk semestanya
Orbitnya menahan gravitasi membanting perasaan yang halus dan lembut
Di pundak nya terasa beratnya beban kehidupan ini
Karena dunia mulai tidak bahagia
Karena sebagian jiwa-jiwa yang menghinakan keberadaanya...(part I)
Dia mulai ada di setiap barisan sekumpulan lelaki
Bahkan terkadang menimbulkan resah, iri hati, keresahan dan pelecehan
Tetapi Dia perempuan dengan seribu kekerasan hati
Bersaing sekuat hati juga untuk dapat mengais rejeki
Dimanapun Dia berada senantiasa dalam dilema
Karena Dia perempuan yang berusaha mengangkat kepala tanpa kesombongan
Membuang keangkuhan karena kepintaran, ketegasan dan kecerdikan
Dia perempuan..,
Terkadang letih dan gelisah
Memikirkan kemana kaki melangkah
Memikirkan apa yang esok harus diperbuat
Dan apalagi yang harus dipertaruhkan
Agar semua yang berkepentingan denganya memahami
Meskipun Dia terlahir perempuan
Dia bukan perempuan biasa
Dia istimewa...
Dengan kelebihan dan kekuranganya
Dia adalah bagian dari harta dunia
Dialah aset bagi generasi penerus setelah Dia
Meski lemah, Dia mampu bergerak dalam arah yang berbeda-beda...(part II)
Dia juga mampu melakukan berbagai hal dalam satu waktu
Dia...begitu berarti
Karena Dia seorang perempuan
Karunia kecantikan dan keluhuran budi diemban sampai batas titik tujuan
Menggapai cinta sejati yang dicoba bagikan dengan senyuman,
Persahabatan, kelembutan, air mata, kerendahan hati dan ketegaran jiwa
Dia...tetaplah seorang perempuan
Sebagai seorang Ibu
Seorang kekasih
Seorang sahabat dan juga seorang pejuang kehidupan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar